Proud of

Proud of
Tampilkan postingan dengan label Diet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diet. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Oktober 2015

7 Langkah Hidup Sehat

Di bulan ini, ada yang dinamakan Hari Pangan Sedunia, maka momennya menjadi tepat bagi kita agar kembali ke gaya hidup sehat. Dan langkah-langkah menuju kesehatan badan yang prima tidaklah sulit. Intinya adalah kita memastikan bahwa sel-sel dalam tubuh kita itu sehat. Dan hal itu mungkin kalau kita "benar" dalam hal asupan gizi terhadap diri sendiri.

Adapun 7 langkah menarik agar hidup sehat sentosa adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan 50% lebih asupan makanan harian kita bersumber dari pangan nabati berupa kacang-kacangan serta padi-padian, 30%-nya sayur-sayuran dan umbi-umbian seperti kentang, wortel, bit, dll. Sisanya bisa berupa pangan hewani.
  2. Minumlah air yang cukup, jangan sampai dehidrasi
  3. Biasakan rutin buang air besar, jika jarang mulailah terapi toilet agar rutin
  4. Olahraga secukupnya
  5. Tidur cukup antara 6 sampai 8 jam di waktu malam tanpa putus
  6. Bernapas dalam tenang dan berpikir positif
  7. Hiduplah penuh kebahagiaan dan cinta kasih. Hal ini kita sendiri yang bisa memastikannya. Tertawalah. Menyanyilah. 
Itu kurang lebih tujuh langkah yang pada dasarnya sudah kita ketahui bersama.  Kiranya di momentum hari pangan sedunia kita terus berusaha memperbaiki kebiasaan pola makan kita agar bisa lebih menghidupkan sel-sel dalam tubuh kita, agar kita pun bisa lebih maksimal menghadapi hidup karena kesehatan yang prima.

Sabtu, 01 Agustus 2015

Diet Antidepresi Atau Stres

Banyak hal yang menyebabkan seseorang atau kita sekalian mengalami stres ataupun depresi. Misalnya, karena ditinggal pasangan karena takdir Ilahi yakni  kematian. Ada pula karena perceraian atau putus (kalau masih dalam konteks pacaran). Bagi banyak pegawai, PHK adalah penyebab yang dapat menimbulkan depresi ataupun stres. Dan bila masa pensiun pun bisa menjadi penyebab hal tersebut. Termasuk pindah tugas kerja atau ada ketidakcocokan dengan atasan dan sebaliknya.

Itu hanyalah sedikit penyebab dari terjadinya stres ataupun depresi. Bagaimankah cara mengatasi atau menurunkan kadar stres dan depresi? Kita bisa saja mungkin pergi ke psikolog atau ke dokter untuk meminta obat penenang dan lainnya. Atau kadang kita hanya perlu kasih sayang dan pengertian untuk didengar oleh orang lain.Ya, curhat menjadi salah satu caranya. Tetapi, dalam pandangan ilmu gizi, stres ataupun depresi itu bisa diminimalisir dengan makan.

Maka itu ada istilah diet antidepresi  atau stres. Adapun zat gizi yang bersifat antidepresan adalah yang kaya vitamin dan mineral. Berikut bahan pangan dan zat gizinya yang merupakan obat alami  untuk menurunkan dan mengurangi bahkan mencegah agar tidak mudah stres ataupun depresi.

Vitamin B1 dari daging ataupun serelia
Riboflavin dari susu, daging, dan ikan
Niasin dari daging, ikan, telur, kacang-kacangan
Vitamin B12 dari hati, daging, susu, ikan laut.
Vitamin C dari tomat, mangga, jeruk, sayuran hijau
Kalsium dari sarden, susu, teri
Seng dari daging, seafood, buncis
Magnesium dari daging, seafood, buncis

Nah, mudah-mudahan dengan memperhatikan beberapa zat  gizi di atas tersebut dapat mengurangi tekanan dari aneka masalah kehidupan yang memang tidak habis-habisnya. Jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

Kamis, 12 Maret 2015

Diet Pangkal Segala Obat

Al Harits ibn Kildah, seorang dokter, mengatakan bahwa diet adalah pangkal segala obat dan lambung adalah tempatnya penyakit. Katanya dalam suatu pernyataannya, "pangkal kesehatan dan kesembuhan adalah diet."

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah berkata, "Diet ada dua macam; diet dari segala sesuatu yang mendatangkan penyakit, dan diet dari segala sesuatu yang menambah penyakit. Pertama adalah dietnya orang sehat dan kedua adalah dietnya orang sakit."

Untuk diketahui, diet di sini bukanlah diet dalam artian proses seseorang menurunkan berat badan, tetapi diet di sini berarti adalah pola makan. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak penyakit, khususnya penyakit tidak menular yang kini kian marak seringkali diakibatkan oleh diet keseharian yang tidak seimbang, akhirnya ketahanan tubuh kita tumbang dan penyakit berhasil menyerang.

Sekarang ini, sudah saatnya kita sadar bahwa pola makan yang bergizi seimbang sangatlah penting, khususnya bagi kita yang sehat, umumnya bagi mereka yang sakit agar segera pulih. Bahkan diet di rumah sakit itu sangat dikontrol karena ia, seperti judul postingan ini adalah pangkal segala obat, penyembuh agar lekas sehat. Maka bagi yang memang sudah sehat, diet yang bagus akan menghasilkan kehidupan yang mulus, terhindar dari aneka penyakit, yang memang bisa kita hindari, kecuali kematian.

Tentu saja, makanan yang kita konsumsi sebagai bahan diet keseharian kita, selain halal harus baik dan memang bernilai guna bagi tubuh. Dan hal ini pun harus dibarengi dengan rasa syukur atau tidak takabur dan berlebihan dalam melakukan konsumsi suatu makanan yang halal ataupun bernilai gizi. Sebab, sekarang ini, fenomena gizi lebih sama buruknya dengan kondisi gizi kurang atau kurang gizi.

Jadi, kita memang harus pandai-pandai mengukur dan menakar apa yang akan kita konsumsi setiap harinya. Mungkin kalau kita mengikuti hawa nafsu ya asal makan saja, padahal lambung itu gudangnya penyakit, salah-salah asupan ke lambung, malah menambah gelombang masalah pada kesehatan kita.

Untuk itulah, sudah saatnya kita mencari pengetahuan soal gizi agar paham dan dapat memilih yang terbaik untuk diet kesehatarian, agar kita tidak perlu suplemen kimiawi untuk mempertahankan ketahanan tubuh. Sebab pada dasarnya, makanan adalah obat, dan alangkah baiknya kita menjadikan "obat yang berupa makanan itu sebagai menu diet keseharian kita."

Salam sehat.

Minggu, 14 Desember 2014

Asparagus Sayuran yang Kaya Gizi dan Bagus Dikonsumsi


ASPARAGUS! Sayuran yang kaya gizi ini sudah dikenal sejak lama sebagai bahan pangan yang memiliki  khasiat herbal. Hampir di setiap peradabaan besar di dunia, seperti India, Mesir, Yunani, dan lainnya, mengenal yang namanya sayuran asparagus. Dan pada abad ke-18, Louis XIV di Prancis mempopulerkannya. Sehingga kini, asparagus lebih dikenal sebagai sayuran pada masak-masakan bernuansa Eropa. Saya sendiri seringnya menikmati asparugus dalam satu menu yang bernama sup kepiting asparagus! Dan itu lezat.. *OOT hehehe

Untuk saat ini, asparagus dapat kita jumpai di pelbagai pasar karena penyebarannya sudah mulai merata. Walaupun tidak semua menyukai sayuran ini. Asparagus itu sendiri termasuk tumbuhan yang tergolong pada keluarga Lily (Liliaceae). Ada sekitar 200 varietas asparagus, tetapi hanya 20 jenis yang lazim dikonsumsi.

Sayuran yang memiliki bentuk yang indah dan terkesan seperti suatu tongkat yang anggun ini harganya memang relatif mahal bila dibandingkan dengan sayuran lainnya, tetapi itu sebanding dengan nutrisi yang dikandungnya. Apa sajakah?

  • Vitamin K
  • Asam folat
  • Tembaga
  • Vitamin B1
  • Selenium
  • Vitamin B2
  • Vitamin C
  • Vitamin E
  • Mangan
  • Fospor
  • Serat
  • Potasium
  • Vitamin B3
  • Kolin
  • Seng
  • Vitamin A
  • Besi
  • Protein
  • Asam pantotenat
  • Vitamin B6
  • Magnesium
  • Kalsium
Dari daftar tersebut yang saya sebutkan diawal adalah yang jumlahnya paling besar. Meskipun begitu, ternyata asparagus mengandung kalsium walaupun kadarnya hanya 4% dari 180 gram asparagus siap olah. Kabar gembiranya, selain kaya gizi, asparagus juga rendah kalori, hanya 40 kkal untuk 180 gram asparagus siap olah. Dan indeks glikemiknya sangat rendah.

Dari banyak penelitian, asparagus dapat digunakan sebagai sarana mencegah terkenanya aneka jenis peradangan, dan sebagai antioksidan. Tidak hanya itu, konsumsinya dapat menurunkan risiko penyakit kanker, gangguan kongenital, penyakit hati, menurunkan berat badan, memperlancar buang air kecil, dan memperhalus kulit serta memperlancar pencernaan. Sebagai sayuran, asparagus memang lebih dominan digunakan sebagai bahan tambahan pada aneka salad ataupun sup. Bisa pula untuk omelet dan aneka jenis pasta.

Mungkin lidah kita tidak begitu menerima karena tidak terbiasa. Tetapi jika suatu kali makan di luar ada menu yang menggunakan asparagus, jangan ragu untuk kita pilih, karena bagus dikonsumsi sebab sayuran asparagus itu kaya akan nutrisi. 

sumber gambar dari graciebarra.com

Sabtu, 29 November 2014

Menu Makan yang Sehat Menurut HSPH

Apa itu HSPH? Ianya adalah singkatan dari Harvard School of Public Health. Sebagai pusat kajian kesehatan di antaranya nutrisi. HSPH pun mengeluarkan semacam pedomanan yang pada dasarnya hampir sama dengan pedoman gizi seimbang sebagai diet resmi pemerintah.

HSPH menamai pedoman yang dikeluarkannya dengan tajuk Healthy Eating Plate semacam piring makan yang menyehatkan. Apa sajakah poin-poinnya?

Pertama piring yang sehat terdiri dari empat kuadrat di mana sayuran mendapatkan porsi yang paling besar, kemudian padi-padian sebagai makanan pokok utamanya, unsur protein, dan buah-buahaan.

Keempat kuadran tersebut memiliki sedikit catatan masing-masing, pertama, untuk sayuran utamakan sayuran hijau dari aneka jenisnya serta sayuran berwarna lainnya dan hindari konsumsi kentang secara berlebihan. kedua, untuk buah-buahaan pun sama konsumsilah buah-buahaan yang beragam dan utuh. ketiga, untuk protein utamakanlah dari sumber laut seperti ikan-ikanan ataupun ikan air tawar, dianjurkan untuk mengurangi konsumsi daging merah secara berlebihan, jika tidak ada ikan bisa diganti dengan telur. keempat, untuk padi-padian dianjurkannya gandum utuh, tetapi beras putih atau merah juga tidak mengapa.

Apa itu saja? TIDAK. Ada catatan soal asupan minuman. HSPH tidak melarang kita mengonsumsi teh ataupun kopi asalkan dalam jumlah yang wajar dan kalau bisa tanpa gula. Dan dianjurkan supaya mengurangi konsumsi susu, cukup segelas maksimal 2 gelas susu per hari. Kalau haus, minum air mineral saja. Dan untuk jus, cukup satu gelas sehari dan kalau bisa tanpa gula ataupun susu.

Terus? SOAL MINYAK! Ini bukan perkara BBM Naik kok! Hehehe walaupun bahan pangan banyak yang naik juga, ya! Hiks... Apa sarannya? Gunakan minyak yang baik jika ada zaitun ataupun canola. Dan hindari lemak trans serta kurangi margarin.

Dan yang TERAKHIR! Stay ACTIVE! Ya, usahakan selalu beraktivitas fisik minimal 30 menit dalam sehari, berupaya olahraga, jenisnya banyaklah ya. Ya, itulah kurang lebih saran dari HSPH, agar kita semakin sehat. Selamat menerapkannya!

Minggu, 23 November 2014

Konsultasi Gizi: Benarkah Sarapan Pagi Bikin Otak Cemerlang?

Ada pepatah, kalau mau pintar harus belajar. Itu memang tidak salah, tetapi, otak sebagai salah satu organ vital manusia yang berfungsi mengolah pelajaran itu juga membutuhkan asupan zat gizi agar optimal. Dari segi litelatur memang tidak banyak yang membahas soal hubungan sarapan dengan mekanisme menikmatkan kemampuan kognitif baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Tetapi, kandungan gizi yang didapat dari sarapan sangat berpengaruh pada kemampuan memori dan kinerja seseorang.

Artinya, tetap ada hubungan antara sarapan dengan kemampuan otak. Selain sebagai tanggungjawab kita masing-masing untuk memberikan asupan sari-sari makanan saat memulai hari, sarapan memang dapat meningkatkan kemampuan memori spasial kita. Serta membuat kita semakin fokus dalam memecahkan suatu masalah.

Hal itu sebagaimana diungkap oleh Mahoney et al dalam penelitiannya terhadap anak-anak dari usia 6 tahun sampai 13 tahun, kesemuanya mengalami peningkatan setelah membiasakan sarapan selama 3 minggu. Dengan begitu, tentu akan semakin baik kalau terus membiasakan sarapan. Hanya saja, sarapan tidak boleh berlebihan agar tidak malah ngantuk. Biasa saja tetapi gizinya tinggi. Misalnya, telur (baik digoreng ataupun direbus) dan segelas susu, itu sudah lebih dari cukup.

Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun justru sebaiknya sarapan. Sebab aktivitas memulai hari itu butuh energi, bahkan mau puasa saja, ajaran agama menyuruh sarapan dulu di waktu sahur. Jadi tidak salah memang anggapan bahwa sarapan pagi membuat otak lebih cerdas berpikir!

Maka dari itu, mari untuk orang tua agar mengajarkan anak-anaknya untuk gemar sarapan, setidaknya itu sudah menjadi salah satu cara orang tua mempersiapkan otak anak yang maksimal agar saat belajar fungsinya dapat diberdayakan secara lebih baik. Dan hasilnya, kecemerlangan berpikirkan akan didapatkannya. Setidaknya, kita tidak akan mudah pikun jika selalu sarapan. :)

Jika ada pertanyaan, silakan layangkan ke email taufiqfirdausalghifariatmadja@gmail.com dengan subjek #KonsultasiGizi. Terima kasih

Selasa, 07 Oktober 2014

Diet Menghindari Jerawat

Siapa yang senang di wajahnya tumbuh jerawat? Seringkali malah membuat kita tidak percaya diri hanya gara-gara jerawat. Beberapa orang memang memiliki jerawat akut karena memang ada kelainan pada kulit wajahnya yang bersifat genetik (turunan, di mana hal ini memang harus dikonsultasikan dengan dokter spesialis kulit), tetapi beberapa memang karena faktor lingkungan termasuk asupan makanan. Walaupun umumnya jerawat akan hilang, setelah melewati masa pubertas, ternyata ada yang dapat memicunya terus nangkring di wajah kita lhoo... So kita harus mencegahnya bukan?

Umum menganggap bahwa kacang-kacangan dan memicu jerawat, walaupun pembuktian penelitian tersebut sampai saat ini terus berlangsung, ternyata ada yang luput dari perhatian, bahwa kebanyakan junk food justru memicu jerawat juga. Hayo siapa yang sering makan di rumah makan junk food? Hehehe jangan keseringan ya!

Menurut riset, makanan yang mengandung glikemik yang tinggi cenderung memicu jerawat. Untuk itu harus dipilih makanan yang berglikemik rendah. Jadi diet seperti apa yang dapat menghindari jerawat?

Pastikan kurangi makanan berpemanis, apalagi pemanis buatan, jangan banyak makan gula-gulaan. Terus, kalau bisa, selilingi makan nasi putihnya dengan nasi merah (re: beras merah, ataupun beras hitam). Kalau mau bikin jus, pastikan tidak ditambahkan gula ataupun susu, yang terbaik makan buah secara utuh, seperti sebuah apel. Dan kurangi konsumsi susu kemasan berperasa. Sisanya, jangan sering-sering ngemil gorengan ya... Hehehe

Bagi yang suka berpegian, harus sering-sering cuci muka, nasib baik bagi mereka yang melazimkan salat lima waktu, lima kali dalam sehari membersihkan wajahnya. Hati-hati juga memakai krim-krim anti jerawat, pastikan aman, dan konsultasikan ke dokter kulit terdekat. Dan jangan lupa berdoa. :)

Sabtu, 21 Juni 2014

Sudahkah Makananmu Mengandung Besi?

Organisasi Pangan dan Pertanian FBB (FAO), memberi gambaran tentang permasalah gizi yang dihadapi dunia saat khususnya di kawasan Eropan maupun Asia, di mana Eropa-Asia tengah Hadapi Masalah Gizi.  Dan semuanya berujung kepada masalah kemerosotan konsumsi pangan bervitamin dan mineral. Utamanya terkait kurangnya zat gizi mikro atau mikronutrien, di antaranya zat besi.

Nah kalau begitu, sudahkah makananmu mengandung besi? Untuk diketahui, besi merupakan elemen kunci dalam proses metabolisme hampir semua organisme hidup. Pada manusia besi merupakan komponen esensial dari ratusan protein dan enzim. Lalu apakah fungsi besi sehingga harus terkandung dalam makanan yang kita konsumsi? Secara umum besi berhubungan dengan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi oksidasi dan reduksi. Besi mempunyai peranan atau pun fungsi sebagai berikut: (1) pembawa oksigen dan karbondioksida, (2) pembentukkan darah, (3) katalis reaksi beta karoten menjadi vitamin A, (4) sintesa purin, (5) detoksifikasi racun di hati, (6) sintesa kalogen, (7) pembentukan hemoglobin, (8) pembentukan myoglobin, (9) membantu tugas protein rantai transfer elektron dalam penggunaan energi sel-sel, sebagai bagian dari proses metabolisme tubuh. Jadi, perannya sangat sentral sekali bagi tubuh kita.

Nah, memangnya apa yang akan terjadi bila kekurangan zat besi? Hal yang akan terjadi bila kekurangan zat besi ialah anemia zat gizi besi yang ditandai dengan kulit pucat, lemah atau letih dan napasnya pendek akibat kekurangan oksigen. Anemia gizi besi dapat diketahui dari kadar hemoglobin. Selain kekurangan, kelebihan zat gizi besi juga berbahaya lho, khususnya bagi penderita parkison, hemosiderosis, dan talasemia. Dalam hal ini, perempuan lebih membutuhkan zat gizi besi, karena proses mentruasi. Rata-rata kebutuhan zat gizi besi laki-laki perhari itu sekitar 13 mg/hari, kalau perempuan 26 mg/hari/

Dari mana kita tahu, apakah makanan kita sudah mengandung besi atau belum? Tentunya bukan karena sendok atau piringnya harus terbuat dari besi ya, hehehe. Sumber pangan besi sebenarnya banyak, khusus dari pangan hewani, itu untuk besi heme, seperti daging, jeroan, ikan, dan unggas. Sedangkan pangan besi non heme adalah pangan nabai seperti kedelai, kacang-kacangan, sayur daun hijau, dan rumput laut. Perlu diingat, untuk sumber besi non heme, sebaiknya hindari minum kopi, karena akan menghambat penyerapan zat besinya. Apakah dalam sehari harus mengandung besi non heme dan heme? Tidak juga, asal ada salah satunya saja. Atau, hari ini pangan sumber heme, besok pangan sumber non heme. Atau bisa pula kombinasi. Hanya saja, jangan sampai dalam menu makan tiga kali dalam sehari, itu-itu terus, harus bervariasi.

Sabtu, 24 Mei 2014

Diet Sehat Sesuai Golongan Darah

Setiap manusia membutuhkan energi untuk beraktivitas melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari. Seiring dengan berkembangnya teknologi, semakin banyaknya jenis makanan yang berkembang dan beredar luas di masyarakat. Banyak juga ditemukan jenis makanan yang beredar memiliki kandungan yang tidak sehat. Banyak pedagang yang menjual makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat tanpa memikirkan kandungan yang terdapat di dalam makanan tersebut. Sering terjadi, seseorang tidak dapat mengkonsumsi makanan tertentu atau sering disebut alergi, hal tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya perbedaan golongan darah.

            Di dunia ini, terdapat 4 jenis golongan darah, A, B, O, dan AB. Setiap golongan darah ini memiliki karakteristik. Dari beberapa karakteristik tersebut, satu yang jarang diketahui adalah kecocokan mengkonsumsi makanan tertentu. Studi mengenai diet (pola makan) yang cocok dengan tipe golongan darah pertama kali dilakukan oleh Dr. Peter J D’Adamo. Dr. D’Adamo menjelaskan dalam bukunya bahwa golongan darah manusia tersusun oleh protein-protein tertentu yang berbeda pada setiap golongan darah. Hal ini dapat mempengaruhi karakter fisik dan psikologis dari seseorang. Dalam penelitiannya, Dr. D’Adamo mengklasifikasikan masyarakat dunia ke dalam tiga belas ras secara geografis. Ketiga belas ras tersebut kemudian dikelompokkannya berdasarkan kesamaan tipe golongan darah.

Golongan darah O dipercaya oleh Dr. D’Adamo sebagai kelompok golongan darah manusia yang pertama. Manusia awal mencari makanan dengan berburu. Karenanya orang orang dengan golongan darah ini disarankan mengkonsumsi protein yang tinggi. Golongan darah A merupakan masyarakat agraris-cultural. Konsumsi utama masyarakat ini adalah jenis bahan pangan nabati. Hidangan vegetarian yang alami sangat disarankan bagi orang dengan golongan darah A. Pemilik golongan darah B adalah masyarakat nomaden. Pada perkembangannya, masyarakat tipe ini memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat dan sistem pencernaan yang  fleksibel. Bertolak belakang dengan golangan darah A, golongan darah B diizinkan mengkonsumsi lebih banyak bahan pangan hewani. Sementara golongan darah AB merupakan masyarakat akhir. Prinsipnya adalah masyarakat dengan golongan darah AB berkembang dari masyarakat golongan darah A dan B. Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan makanannya maka diperlukan perpaduan bahan pangan yang dikonsumsi pada golongan darah A dan B yakni nabati dan hewani (D’Adamo 2002).

Dengan mengetahui berbagai tipe dan karakteristik golongan darah terhadap komsumsi bahan pangan maka akan memberikan kemudahan dalam memilih jenis bahan pangan. Manfaat lain dari kesesuaian bahan pangan yang dikonsumsi adalah tercapainya kondisi kesehatan yang maksimal. Namun pada perkembangannya tetap mengacu pada keseimbangan bahan pangan sesuai dengan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Karena bagaimanapun gizi yang seimbang dengan mengkonsumsi aneka varian bahan pangan adalah yang terbaik. Tentu, setiap waktu makan mengkonsumsi daging jelas nggak bagus juga bagi tubuh kita. So, keep smart dalam bersikap dan berperilaku terkait masalah gizi. []

Jumat, 16 Mei 2014

Pikiran Mempengarungi Fungsi Diet

Dr. Herbert Spencer dalam Energy Medicine mengungkapkan bahwa pikiran dapat mempengarungi kondisi kesehatan seseorang. Baik itu pikiran positif ataupun negatif. Tentu saja, pikiran positif dapat mengakibatkan kondisi kesehatan jauh lebih baik daripada pikiran negatif. Hal itu berarti juga berpengaruh pada fungsi diet. Seseorang yang melakukan diet menurunkan berat badan, jika memiliki pikiran tentang body image yang keliru, maka hasilnya pun bisa nihil. Bahwa yang pertama memang haruslah memberikan asupan yang seimbang, dan berat badan yang normal tidak hanya dapat diturunkan dengan berhenti makan ini dan itu. Tetapi juga pikiran positif yang dapat membantu mempercepat pelaksanaan diet. Sehingga fungsi diet pun beraksi dengan semestinya. Kalau kata Rasulullah, "Janganlah kalian pura-pura sakit sehingga kalian benar-benar sakit"
 []

Rabu, 09 April 2014

Obat TB Gratis, Selamatkan Pasien Tuberkulosis

fix dose combination  pic from puskesmassungkai.files.wordpress.com
Sehat adalah kekayaan hidup. Dan kekayaaan yang utama adalah memang kesehatan. Saat sehatlah kita bisa kuat dalam berbagi kepada sesama, termasuk juga berusaha untuk menjadi agen penyelamat agar orang yang sakit juga segera sehat. Namun, sifat dasar dari tubuh memanglah rapuh, sehingga tidak jarang kalau lalai sedikit saja bisa terserang aneka penyakit. Meski begitu, kalau ada niat berobat yang sungguh-sungguh pasti sembuh. Ada pepatah, kalau setiap penyakit itu pasti ada obatnya. Nah, begitu juga dengan yang namanya Tuberkulosis atau dikenal juga dengan istilah TB. Kalau obatnya saja sudah gratis, nggak ada alasan lagi untuk menunda sembuh dari Tuberkulosis!

Saat kita sudah mengenali aneka gejala dari Tuberkulosis, bila tanda-tanda itu ada pada diri kita maka seyogyanya kita harus segera memeriksakan diri ke puskesmas dan atau rumah sakit pemerintah yang ada di daerah kita, untuk diperiksa lebih lanjut apakah kita terjangkit TB ataukah tidak, sama halnya juga bila gejala itu kita lihat ada pada anggota keluarga atau tetangga di mana kita berada baiknya kita menyarankan agar mereka yang tampak tanda-tanda itu untuk memeriksakan diri, kalau perlu diantarkan oleh kita ke puskesmasnya. Minimalnya, kalau batuk berdahak lebih dari dua minggu, sebaiknya nggak usah mikir dua kali, periksakan diri segera, karena bisa jadi ada latent TB dalam tubuh kita yang ternyata sudah jadi aktif, bila dibiarkan atau lambat pengobatannya, TB itu bisa fatal akibatnya.

Bila kemudian setelah diperiksa ternyata pihak jasa penyedia kesehatan menyatakan vonis terjangkit Tuberkulosis, nggak usah khawatir, karena otomatis kita akan dikasih resep paket obat gratis! Biasanya Obat TB yang diberikan ke pasien, sebagian besar dalam bentuk tablet kombinasi  atau paket  fix dose combination (FDC).  Jangka waktu pengobatan biasanya makan waktu selama 6 (enam) bulan. Dan pasien harus mengkonsumsi obatnya itu setiap hari, nggak boleh putus-putus. (Pasti akan timbul rasa bosan, ya? Tetapi di sinilah peran pengawas makan obat berperan penting, siapa mereka? Ya kita-kita yang sehat yang ada di sekitar pasien. Kita harus meyakinkan dan mengingatkan yang bersangkutan agar tidak lupa mengkonsumsi obatnya, dan tetap memberikan motivasi tetang sehat, agar pasien semangat makan obat!)

Cuma Obat, Nggak Ada Alternatif Lain? Dari apa yang aku baca di situs home-remedies-for-you.com sih, untuk kasus Tuberkulosis memang konsumsi obat konvensional dari puskesmas atau rumah sakit itu langkah utama dan mendasar agar terbebas dari TB. Tentu saja, terapi diet dan nutrisi tetap berperan sebagai pelengkap dan pendukung penyembuhan pasien TB. Bahkan upaya berjemur pada pagi hari adalah langkah agar terlepas dari Tuberkulosis, sebab sinar matahari yang mengaktifkan pemproduksian Vitamin D dapat meningkatkan upaya penyembuhan pasien TB (Reuters, 2012). Dan secara umum, cahaya matahari pagi khususnya memang baik bagi kesehatan.

Dalam Journal of Perianesthesia Nursing (1996) ada beberapa langkah diet bagi pasien Tuberkulosis agar yang bersangkutan bisa lebih meningkat kesehatannya, dan sebagai pendukung dan penyeimbang fungsi obat yang dikonsumsinya setiap hari selama masa pengobatannya. Di antaranya:

  • Hindari makanan alergi yang dapat memicu gejala seperti batuk
  • Konsumsi makanan yang kaya vitamin B dan besi dari jenis biji-bijian dan sayuran berdaun gelap
  • Sertakan asupan makanan berupa tomat, bluberri, dan paprika yang kaya antioksidan
  • Kurangi konsumsi daging merah
  • Hindari makanan olahan seperti roti, ataupun yang banyak mengandung pasta dan gula
  • Hindarilah junk food, dan aneka olahan yang digoreng sehingga mengandung lemak jahat, termasuk hindari makanan yang dipanggang.
  • Jika pun harus memasak dengan digoreng, pastikan menggunakan minyak yang baru dan sehat, seperti minyak zaitun
  • Banyaklah minum jus buah dan air mineral tentunya

Insya Allah, dengan diet sehat yang tepat dan obat gratis yang didapat, pasien TB akan cepat terselamatkan! Sedangkan bagi kita yang nggak terjangkit TB aktif, menjaga daya tahan tubuh atau imunitas sangatlah perlu, karena itu benteng pertahanan kita dari serangan aneka penyakit, itu bisa dimulai dengan hidup dalam lingkungan yang bersih, serta mengkonsumsi pangan yang sehat; sehingga gizi seimbang terpenuhi. Maka dari itu, yuks sama-sama kita berantas aneka penyakit termasuk Tuberkulosis, dan jangan jauhi orangnya! Justru orang sakit butuh dukungan dari mereka yang sehat! :)




Senin, 07 April 2014

Diet Menghadapi Ujian

pic from carryfitness.com
INI bukan hal gila, yang banyak diketahui oleh umum diet itu proses mengurangi asupan makan biar berat badan turun. Padahal, dalam dunia kesehatan diet berarti aturan makan, jadi saat akan menghadapi ujian pun harus diet (re: harus makan), cuma nih, jangan asal makan... nanti yang ada malah ketiduran saat belajar, dan lainnya...

Sering kali kalau waktu ujian tiba, anak-anak atau mereka yang akan mengikuti ujian masuk suatu pekerjaan menghabiskan berjam-jam untuk belajar, sampai-sampai memilih untuk tetap terjaga alias bergadang, padahal tidur yang cukup adalah penting juga bagi kesehatan otak kita! Maka itu perlu asupan makan yang tepat dan cukup khususnya yang mengoptimalkan fungsi kerja otak. Sehingga konsetrasi saat ujian bisa lebih fokus dan lancar dalam mengerjakan soal, dan tentu pelajaran yang dipelajari dapat dicerna...

Adapun makanan yang harus dipilih memang yang lebih berfungsi pada makan peningkat memori, energi, dan segala yang dapat membuat tenang, stres turun, dan nggak cepat lelah. Jadinya, semangat ujiannya semakin bergelora! Hehehe Sayangnya, banyak anak-anak yang memilih minum minuman yang bersoda atau kopi, padahal walaupun terkesan memberikan energi padahal sifatnya hanya temporer, jadi sebaiknya dihindari!

Terus? Pastikan waktu makan terpenuhi, baik sarapan, makan siang dan makan malam. Dan menu makannya harus bergizi seimbang, misalnya saat makan siang menunya itu nasi + ikan + sayur jagung + buah. Pastikan tidak kurang minum air mineral, karena cukup air akan membantu metabolisme dan pengeluaran racun melalui urin. Hindari makanan yang terlalu asam dan asin. Konsumsi ikan, telur, daging, serta sayuran sangat membantu sekali. Tapi, saat ujian kadang terhambat dengan masalah waktu. Itu bukan halangan, pilihlah kudapan berupa buah-buahan, kacang-kacangan semisal kuaci sangat bermanfaat bagi fungsi memori otak.

Pada akhirnya, makan sehat agar fungsi otak itu maksimal memang seharusnya tidak hanya dilakukan saat ujian berlangsung, jauh sebelum itu dan harus menjadi kebiasaan sehari-hari... karena organ tubuh pun butuh energi agar belajar mencari ilmu semakin mudah... Untuk ibu-ibu, sejak dalam rahim hingga 1000 hari setelah kelahiran wajib memperhatikan asupan gizi anaknya, khususnya yang terkait dengan pendukung dan pengembang fungsi otak anak...

So, buat yang lagi mau ujian, jangan lupa makanan sehatnya ya! Semoga ujiannya berhasil! :)