Setiap manusia membutuhkan energi
untuk beraktivitas melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari. Seiring dengan
berkembangnya teknologi, semakin banyaknya jenis makanan yang berkembang dan
beredar luas di masyarakat. Banyak juga ditemukan jenis makanan yang beredar
memiliki kandungan yang tidak sehat. Banyak pedagang yang menjual makanan
yang sering dikonsumsi oleh masyarakat tanpa memikirkan kandungan yang terdapat
di dalam makanan tersebut. Sering terjadi, seseorang tidak dapat mengkonsumsi
makanan tertentu atau sering disebut alergi, hal tersebut bisa disebabkan oleh
beberapa faktor salah satunya perbedaan golongan darah.
Di
dunia ini, terdapat 4 jenis golongan darah, A, B, O, dan AB. Setiap golongan darah
ini memiliki karakteristik. Dari beberapa karakteristik tersebut, satu yang
jarang diketahui adalah kecocokan mengkonsumsi makanan tertentu. Studi mengenai
diet (pola makan) yang cocok dengan tipe golongan darah pertama kali dilakukan oleh Dr.
Peter J D’Adamo. Dr. D’Adamo menjelaskan dalam bukunya bahwa golongan darah
manusia tersusun oleh protein-protein tertentu yang berbeda pada setiap
golongan darah. Hal ini dapat mempengaruhi karakter fisik dan psikologis dari
seseorang. Dalam penelitiannya, Dr. D’Adamo mengklasifikasikan masyarakat dunia ke
dalam tiga belas ras secara geografis. Ketiga belas ras tersebut kemudian
dikelompokkannya berdasarkan kesamaan tipe golongan darah.
Golongan darah O
dipercaya oleh Dr. D’Adamo sebagai kelompok golongan darah manusia yang
pertama. Manusia awal mencari makanan dengan berburu. Karenanya orang orang
dengan golongan darah ini disarankan mengkonsumsi protein yang tinggi. Golongan
darah A merupakan masyarakat agraris-cultural. Konsumsi utama masyarakat ini
adalah jenis bahan pangan nabati. Hidangan vegetarian yang alami sangat
disarankan bagi orang dengan golongan darah A. Pemilik golongan darah B adalah
masyarakat nomaden. Pada perkembangannya, masyarakat tipe ini memiliki sistem
kekebalan tubuh yang kuat dan sistem pencernaan yang fleksibel.
Bertolak belakang dengan golangan darah A, golongan darah B diizinkan
mengkonsumsi lebih banyak bahan pangan hewani. Sementara golongan darah AB
merupakan masyarakat akhir. Prinsipnya adalah masyarakat dengan golongan darah
AB berkembang dari masyarakat golongan darah A dan B. Karena itu, untuk
memenuhi kebutuhan makanannya maka diperlukan perpaduan bahan pangan yang
dikonsumsi pada golongan darah A dan B yakni nabati dan hewani (D’Adamo 2002).
Dengan mengetahui berbagai
tipe dan karakteristik golongan darah terhadap komsumsi bahan pangan maka akan
memberikan kemudahan dalam memilih jenis bahan pangan. Manfaat lain dari
kesesuaian bahan pangan yang dikonsumsi adalah tercapainya kondisi kesehatan
yang maksimal. Namun pada perkembangannya tetap mengacu pada keseimbangan bahan
pangan sesuai dengan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Karena bagaimanapun gizi yang seimbang dengan mengkonsumsi aneka varian bahan pangan adalah yang terbaik. Tentu, setiap waktu makan mengkonsumsi daging jelas nggak bagus juga bagi tubuh kita. So, keep smart dalam bersikap dan berperilaku terkait masalah gizi. []
Penting bagt suoaya diet berhasil
BalasHapusIya :)
Hapus