Proud of

Proud of
Tampilkan postingan dengan label Konsultasi Gizi:. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsultasi Gizi:. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Desember 2014

Berapa Banyak Asupan Protein yang Saya Butuhkan?

PROTEIN sebagai komponen gizi pokok memang harus dipenuhi oleh kita tiap harinya. Berapa banyak? Untuk orang dewasa yang dalam kondisi kesehatannya normal tidak ada penyakit yang berarti diperkirakan jumlah protein yang dibutuhkan itu sekitar 40 sampai dengan 65 gram protein. Jika kemudian dalam makanan yang kita konsumsi kurang memenuhi jumlah protein yang dibutuhkan dalam sehari itu, maka tubuh akan memecah otot dan jaringan lainnya untuk memperoleh asam amino yang dibutuhkan. Pemasukan dan pencernaan protein yang tidak cukup akan berakibat pada gangguan perkembangan dan pertumbuhan otot, timbul lesi kulit, rambut jadi rapuh, dan yang parah sistem kekebalan tubuh bisa melemah. Serta aneka bahaya lainnya.

Kita tentu saja dapat memperoleh protein tidak hanya dari daging atau hewan, tetapi juga tumbuhan semisal kacang kedelai yang kemudian difermentasi menjadi tempe. Untuk diperhatikan agar proses pemasakan tidak terlalu matang juga tidak terlalu mentah. Dan saat pengunyahan diharapkan dikunyah sampai halus agar proses penyerapannya serta pemecahannya di perut dan lambung bisa lebih mudah lagi.

Tetapi jujur saja, sumber protein yang baik dan kaya jumlahnya dapat diperoleh dari ikan dan daging ataupun produk susu. Dari makanan-makanan tersebut yang kita konsumsi enzim protease yang kita hasilkan dalam tubuh akan memecah protein menjadi asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh. Kemudian tubuh akan menyalurkan asam amino itu utamanya ke jaringan otot. Penyerapan biasanya berlangsung di jejunum.

Untuk para ibu rumah tangga, sekadar informasi bahwa untuk daging atau beef seberat 100 gram protein yang dikandungnya sekitar 26,16 gram, artinya untuk memenuhi kebutuhan protein suami misalnya, dalam sehari cukup makan daging seberat minimal 200 gram.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan. Jika ada pertanyaan bisa melayangkan surel ke taufiqfirdausalghifariatmadja@gmail.com dengan subjek #konsultasigizi

Senin, 24 November 2014

Konsultasi Gizi: Siapa yang Seharusnya Minum Susu Rendah Lemak?

Susu rendah lemak adalah ragam susu yang saat ini tengah populer apalagi di kalangan mereka yang fobia terhadap lemak atau memang bagi mereka yang tengah melakukan diet rendah kalori untuk menurunkan berat badan berlebih. Tidak jarang, karena iklan yang bombastis banyak orang beralih ke susu rendah lemak padahal berat badannya ideal dan tidak ada anjuran khusus untuk beralih ke susu rendah lemak.

Hanya ada satu alasan mengapa seseorang memilih susu rendah lemak karena kadar lemaknya lebih sedikit dibandingkan dengan susu full cream. Dan biasanya hal itu dilakukan karena dirinya mengalami berat badan berlebih sedangkan sebagaimana kita ketahui kalsium pada susu dapat membakar lemak dalam tubuh sebagaimana diungkap dalam The American Journal of Clinical Nutrition.

Bicara siapa yang seharusnya minum susu rendah lemak? Jawabannya adalah siapa yang saja yang memang tengah menjalani diet rendah kalori karena ingin mengurangi berat badan, baik itu pada orang dewasa maupun anak-anak. Tetapi, sebaiknya hindari susu tanpa lemak karena bagaimana pun lemak esensial pada susu tetap berguna bagi tubuh.

Pada dasarnya, Anda tidak harus meninggalkan susu full cream jika memang konsumsi lemak di luar susu dibatasi, kecuali Anda memang tidak bisa menahan diri untuk mengonsumsi pangan berlemak lainnya sedangkan kita harus memenuhi kalsium yang banyak dikandung oleh susu maka tidak ada pilihan lain selain memilih susu rendah lemak. Namun, kalau Anda tidak memiliki masalah dengan berat badan, sebaiknya minumlah susu segar ataupun full cream seperti biasanya, dan tetap konsumsi dalam jumlah wajar, dan jika haus minumlah air mineral.

Demikian. Jika ada pertanyaan silakan layangkan ke email taufiqfirdausalghifariatmadja@gmail.com dengan subjek #KonsultasiGizi

Konsultasi Gizi: Seberapa Banyak Seharusnya Kita Harus Minum?

Jumlah maksimal air yang dapat kita minum dalam sehari tergantung pada banyaknya faktor, termasuk cuaca dan kegiatan kita. Cuaca panas dan olahraga akan meningkatkan kebutuhan kita akan air. Secara umum, setiap orang harus minum 1 sampai 2 liter air dalam sehari.

Hal yang perlu diingat adalah meskipun berbentuk cairan, kopi, teh, dan alkohol cenderung membuat tubuh mengalami dehidrasi karena tubuh akan kehilangan banyak cairan saat mengeluarkan sisa minuman tersebut. Jadi, minum di sini adalah minum air putih atau mineral.

Dehidrasi akan mengakibatkan turunnya kosentrasi dan memori bagi orang dewasa. Jus, teh herbal, dan buah merupakan alternatif yang baik pengganti air putih. Selain itu, minuman ini akan membantu memasok kebutuhan vitamin dan mineral. Usahakan untuk mengonsumsi jus buah dan sayur dalam sehari sehingga kita tidak perlu banyak minum air putih. Tetapi, dikarena banyak minuman kemasan itu penuh zat tambahan pangan yang dalam kondisi tertentu sangat tidak baik, sebaiknya kalau haus minum air putih saja.

Pastikan setiap waktu makan minum air putih. Dan kalau ke mana-mana, jangan lupa bawa air sendiri, agar terjamin kebersihannya, kalau kita beli air kemasan jangan lupa buang sampah pada tempatnya. Oh ya, minum minimal 1 sampai 2 liter airnya tidak dalam sekali waktu, tetapi itu untuk kebutuhan dalam 24 jam. Dan pastikan air yang Anda masak matang sampai 100 derajat celcius.

Demikian dan teriima kasih, jika ada pertanyaan bisa dilayangkan ke email taufiqfirduasalghifariatmadja@gmail.com dengan subjek #konsultasigizi

Minggu, 23 November 2014

Konsultasi Gizi: Saya Bingung, Apakah Makan Telur Setiap Hari Itu Menyehatkan?

pic by boldsky.com
Terima kasih atas pertanyaannya, telur memang satu-satunya bahan pangan yang cukup ada dalam posisi dilematis. Tentu Anda pernah mendengar bahwa jika Anda mengonsumsi banyak telur itu akan berdampak pada kadar kolesterol dalam darah yang meningkat dan hal itu tentu saja bukan kabar yang baik, bukan? Tetapi Anda pun pasti pernah mendengar bahwa konsumsi telur setiap hari itu menyehatkan, bahwa banyak atlet semacam Ade Rai itu, mereka menjadikan telur sebagai bagian dalam diet keseharian mereka.

Tidak dipungkiri memang bahwa telur kaya akan kolesterol. Tetapi bukan berarti kita tidak membutuhkan kolesterol dari luar tubuh walaupun kita sendiri dapat menghasilkan itu, belum lagi zat-zat penting lainnya dalam telur. Hanya saja memang kita harus kembali lagi kepada diagnosis kesehatan kita, sejauh kita tidak punya permasalahan serius dan tidak ada larangan dari dokter yang memeriksa kesehatan Anda, maka konsumsi satu butir telur setiap hari pada saat sarapan misalnya sangat menunjang sekali bagi kesehatan Anda.

Jadi, tidak ada salahnya Anda mengonsumsi telur dan utamakanlah memasak telur dengan jalan direbus tidak digoreng. Demikian yang dapat saya sampaikan. Jika ada pertanyaan lain seputar gizi, bisa dilayangkan ke email taufiqfirdausalghifariatmadja@gmail.com dengan subjek #konsultasigizi.

Kamis, 20 November 2014

Konsultasi Gizi: Adakah Kiat Memilih Lemak yang Sehat?

Lemak adalah nutrisi makro yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi, jangan sampai kita fobia terhadap lemak atau lipid. Adanya istilah lemak sehat dan tidak sehat jelas mengindikasikan bahwa pada dasarnya kita perlu mengonsumsi lemak. Baik itu lemak hewani maupun lemak nabati. Kehidupan kita sama halnya dengan air, tergantung juga dengan lemak. Dalam artian banyak fungsi tubuh memerlukan lemak. So lemak tidak selamanya buruk bagi kesehatan kita! Karena pada dasarnya kita pun membutuhkannya! Tentu dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan!

Nah, perhatian kita dalam memilih sumber lemak bukan sekadar melihat penampilan luar dari lemak yang akan kita konsumsi. Namun kita juga harus tahu senyawa yang menyusun lemak tersebut. Berikut ini ada beberapa hal yang menjadi panduan bagi kita saat mencari lemak yang sehat:


  1. Perhatikan sifat fisik dan kimia dari lemak tersebut. Lemak yang baik tetap stabil dari pengaruh fisik dan kimiawi.
  2. Berusaha mendapatkan lemak yang mengandung senyawa berkhasiat yang bermanfaat bagi kesehatan.
  3. Menjauhi lemak yang tercemar oleh senyawa yang ditengarai bersifat toksin.
  4. Jika memungkinkan memilih minyak yang difortifikasi atau ditambahkan dengan zat-zat berguna tertentu yang lebih bermanfaat bagi kita. Contohnya, kita pilih telur yang mengandung omega-3, minyak goreng yang difortifikasikan dengan omega-3 dan betakaroten. Atau sebagai langkah yang baik, mulailah mengganti margarin dengan yang lebih sehat, yakni mentega atau butter.
  5. Tidak menggunakan minyak yang berulang-ulang kali digunakan, karena sudah banyak mengandung lemak trans yang berbahaya
  6. Jangan mencampur lemak satu dengan lemak lainnya, minyak goreng jenis satu dengan minyak goreng jenis lainnya.
  7. Jika Anda membeli minyak goreng kemasan, periksa juga tanggal kadaluarsanya.
Itulah kurang lebih tip memilih lemak yang sehat. Semoga dapat membantu. Jika Anda memilih pertanyaan terkait kegizian, bisa dilayangkan melalui surel ke taufiqfirdausalghifariatmadja@gmail.com dengan subjek #KonsultasiGizi.




Konsultasi Gizi: Benarkah Vitamin C Berbahaya?

Tidak diragukan lagi kalau vitamin C itu sangat diperlukan oleh tubuh. Tetapi memang, pada salah satu penelitian yang dilakukan oleh Jacobs dan koleganya di Universitas Minnesota yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition edisi November 2004, ada hasil yang mengejutkan perihal vitamin C. Di mana hasil riset tersebut mewartakan pada kita bahwa vitamin C memiliki potensi menimbulkan penyakit jantung dan cukup berbahaya bagi penderita diabetes mellitus. Hanya saja, yang dinyatakan buruk dalam kajian tersebut bukanlah vitamin C alami dari buah dan sayuran, tetapi suplemen vitamin C dosis tinggi atau a high intake of vitamin C.

Setelah dilakukan analisis secara mendalam, ternyata hal itu secara spefisik berkaian dengan jumlah konsumsi suplemen vitamin C. Mereka yang mengonsumsi suplemen vitamin C lebih dari 300 miligram per hari, berisiko terkena penyakit kardiovaskuler dua kali lebih besar. Salah satu hal yang menjadi rekomendasi utama dari hasil penelitian tersebut adalah hanya konsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi saja yang menjadi penyebab. Sebaliknya, tidak begitu dengan konsumsi vitamin C dari buah dan sayur yang segar, karena konsumsi vitamin C dalam sayur dan buah tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler.

Hal tersebut, karena vitamin C dosis tinggi akan mengganggu keseimbangan antioksidan prooksidan dalam tubuh. Berbeda dengan vitamin C alami yang berasal dari makanan. Vitamin C yang berasal dari sayur dan buah biasanya dilengkapi dengan pelbagai komponen senyawa fitokimia lainnya yang bersifat antioksidan seperrti karotenoid, flavonoid, isoflavon, terpenoid, isotiosianat, klorofil, dan fenol sederhana. Senyawa tersebut dengan vitamin C akan menjadi tameng prima dalam melawan radikal bebas. Sedangkan suplemen vitamin C dosis tinggi yang banyak beredar di supermarket maupun minimarket tidak memiliki kemampuan sebagaimana vitamin C alami dari buah dan atau sayuran.

Adapun saran, agar tidak mengalami kekurangan vitamin C yang kemudian menuntut kita mengonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi, sebaiknya mulailah konsumsi buah dan sayur sumber vitamin C secara teratur agar kebutuhan vitamin C terpenuhi dan tubuh dapat terlindungi dari bahaya yang mengancam. Jika harus mengonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi harus dalam pengawasan dokter, dan jangan terus-menerus. Jika Anda merasa kurang sehat karena flu misalnya, makanlah buah sumber vitamin alami, jangan langsung beli suplemen vitamin!

Demikian semoga bermanfaat. Jika ada pertanyaan lainnya silakan layangkan surel ke pos-el taufiqfirdausalghifariatmadja@gmail.com dengan subjek #KonsultasiGizi.

Pilihlah Vitamin C alami dari buah, jangan suplemen vitamin C dosis tinggi!
sumber gambar: lassicalmedicinejournal.com

Senin, 17 November 2014

Konsultasi Gizi: Kalau Lagi Diare Baiknya Konsumsi Apa?

Dahulu, seorang bernama Sa’di Gulistan pernah ngomong begini: “Apapun yang dibuat dengan tergesa-gesa akan keluar dengan tergesa-gesa pula.” Begitulah kurang lebih kondisi dari diare. Umumnya dikarenakan asupan yang tidak terjaga keamanannya, misalnya karena minum es yang dibuat dari air mentah, atau memakan makanan yang dimasak tidak memperhatikan kebersihan. Mengapa? Karena diare umumnya disebabkan oleh makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri jahat. Sekalipun bahan-bahan makanan itu halal dan menyehatkan kalau saat pengolahannya tidak memperhatikan aspek keamanan pangan jatuhnya akan buruk bagi kesehatan, misalnya, Anda membuat ketoprak ataupun gado-gado dari aneka sayuran yang sehat dan baik bagi tubuh, tetapi kalau tidak dicuci bersih dulu, dan air tambahan untuk mengulek sambal kacangnya tidak bersih dan matang, niscaya kita akan terkena diare kalau mengkonsumsinya!

Secara bebas diare dapat diartikan sebagai suatu kondisi terus-menerus keluarnya kotoran dalam penampakaan yang cair  atau lembek. Diare terjadi jika cairan yang ada di dalam usus kecil dengan cepat mengalir ke usus besar sehingga cairan tersebut tidak diserap dengan memadai dan kemudian dikeluarkan. Tetapi pada dasarnya, sebagaimana dengan muntah, diare itu sesuatu yang normal, semacam pertahanan tubuh dalam rangka mengeluarkan racun, bakter, dan hal-hal yang berbahaya lainnya. Faktanya adalah, dalam kotoran orang yang tidak diare persentasi bakterinya hanya 10 persen, sedangkan pada pasien diare bisa meningkat berkali-kali lipat.

Tetapi umumnya diare yang ringan akan berhenti dengan sendirinya jika bakteri jahat itu semuanya sudah terbuang. Namun, kalau lebih dari dua hari berturut-turut diare dan penampakannya disertai darah ataupun berwarna hitam gelap, sebaiknya hubungi dokter, karena takutnya ada masalah dengan usus si penderita diare. Hati-hati dalam mengkonsumsi obat penghenti diare, karena kalau kita tidak berpola diet sehat, yang ada, diarenya beres, setelahnya kita malah terkena sembelit atau susah buang air besar!

Dan soal pertanyaan, makan apa sebaiknya kalau saat diare. Pada dasarnya, silakan makan makanan yang sehat, tetapi pastikan keamanannya terjaga, bersih, dan matang proses pemasakannya, jadi tidak ada kontaminasi pada makanan ataupun minuman yang hendak kita konsumsi. Tidak hanya itu berikut ini anjuran konsumsi yang baik saat berhadapan dengan diare:

·         Perbanyak minum air putih yang bersih dan matang. Selingi dengan oralit atau tambahi sedikit garam pada minuman

·         Konsumsilah buah dengan dijus, karena makanan padat akan sulit diserap saat diare. Jadi, yang terbaik adalah konsumsi dalam bentuk lembek ataupun cair

·         Minumlah jika mau, rebusan kayu manis dan lada merah yang dimasak selama 20 menit, dan minum 2 sendok setiap satu jam

·         Makanlah PNSRY, atau pisang, nasi putih, saos apel, roti panggang, dan yogurt

·         Makanlah sup miso ataupun yogurt dengan buah-buahaan. Dan minumlah bakteri baik

·         Konsumsilah rumput laut jika ada

·         Masaklah makanan dengan ditambah dengan bawang putih, karena bersifat antibakteria

·         Hindari konsumsi dari kopi, teh, dan alkohol saat diare, karena dapat memperparah

·         Selama diare, jangan dulu konsumsi susu

·         Hindari mengkonsumsi permen utamanya permen karet saat diare karena mengandung gula yang dapat memicu diare lebih parah

·         Perbanyaklah rileks. Dan ada baiknya berpuasa saat diare. Khususnya untuk diare yang tidak akut.


Itulah kurang lebih yang dapat diterangkan terkait konsumsi yang baik saat diare dan beberapa hal yang harus dihindari saat diare. Jika memang tidak bisa bersabar dan bertahan karena diare bisa langsung hubungi dokter sejak saat Anda yakin bahwa Anda terkena diare. Dan setelahnya, perhatikanlah asupan konsumsi Anda, jangan jajan sembarangan di tempat yang tidak terjamin kebersihannya.

Demikian dan terima kasih. Jika ada pertanyaan soal kegizian dan kesehatan pada umumnya, silakan layangkan pertanyaan ke email taufiqfirdausalghifariatmadja@gmail.com dengan subjek #KonsultasiGizi.

sumber gambar seribubunga.com

Kamis, 13 November 2014

Konsultasi Gizi: Apakah Efek dari Asupan Beralkohol Secara Rutin bagi Status Gizi?

Tolaklah tawaran minuman beralkohol! Demi kebaikan bersama!
Hal pertam yang ingin saya sampaikan, bagi siapa saja yang saat ini merutinkan konsumsi alkohol, atau kadang-kadang mengkonsumsi minuman beralkohol, sebaiknya segera menarik diri dan berhenti dari konsumsi yang tidak menyehat itu. Lebih baik konsumsi air mineral secara rutin. Mengapa?

Karena konsumsi ataupun pemakaian alkohol pada masakan tertentu memiliki banyak efek yang merugikan pada nutrisi. karena alkohol mengambil alih tempat makanan yang bergizi, dan juga penggunaan alkohol yang rutin menahun menyebabkan gangguan absorpsi dan metabolisme zat-zat gizi yang terganggu. Mereka yang menyalahgunakan alkohol menjadi minuman kesehariannya akan mengakibatkan rendahnya simpanan asam folat, niasin, vitamin B6, dan vitamin B12 di hati, dan gangguan penggunaan asam folat, vitamin B1 dan B6. Karena pada dasarnya minuman beralkohol dapat merusak fungsi organ tubuh, termasuk hati. Selain itu, kadar zat seng dan magnesium menjadi rendah karena terekresikan bersama urin akibat konsumsi makanan ataupun minuman beralkohol.

Jika pelaku minuma alkohol dan makanan beralkohol tidak berhenti, kemungkinannya dia akan menderita sindrom wernicke-korsakoff yaitu gangguan sistem susunan saraf pusat yang serius. Dan gejala-gejalanya adalah kebingungan mental, kehilangan ingatan, konfabulasi, ataksia, gerakan bola mata yang tidak normal, dan neuropati perifer. Dan umumnya itu karena kekurangan vitamin B1 akibat dari konsumsi minuman maupun makanan beralkohol.

Untuk itu, saya sarankan agar tidak merutinkan konsumsi alkohol baik dalam bentuk minuman ataupun makanan yang dicampur dengan alkohol. Sebelum gejalanya timbul. Silakan berhenti, dan kemudian mulai diet bergizi. Sayangilah organ tubuh kita. Karena alkohol adalah tambahan pangan yang berbahaya bagi tubuh kita!

Demikian, dan terima kasih. Bagi pembaca yang ingin berkonsultasi masalah gizi. Silakan layangkan pertanyaan ke email taufiqfirdausalghifariatmadja@gmail.com dengan subjek #KonsultasiGizi. Salam hangat dan sehat. :)

sumber gambar: www.health-e.org.za

Konsultasi Gizi: Saya Ingin Bertanya Mengenai Sarapan yang Baik itu Seperti Apa?

Suatu kali pernah ada teman mahasiswa yang bertanya tentang "sarapan yang baik itu seperti apa?" Secara umum saya katakan bahwa, intinya semua dikembalikan lagi ke prinsip gizi seimbang yang meliputi 3B yaitu Beragam, Bergizi dan Berimbang. Dimana dalam sekali makan termasuk sarapan harus terdapat macam-macam sumber zat gizi seperti karbohidrat, protein, sayur dan buah. Dan juga harus seimbang mana porsi yang harus banyak dan mana yang sedikit jangan sampai lebih banyak di salah satu sumber zat gizi saja.

Lantas yang bersangkutan mengeluh karena sebagai mahasiswa dirinya kadang repot untuk menyajikan sarapan yang sehat seperti itu sedangkan aktivitasnya cukup tinggi. Saya pun kemudian memberikan penjelasan seperti ini:  sebenarnya sarapan tidak harus yang “aneh-aneh” yang penting dapat memenuhi kebutuhan energi di pagi hari sebagai sumber untuk melakukan aktivitas. Simpelnya saudara dapat mengkonsumsi roti gandum dengan segelas susu tanpa gula tambahan. Karbohidratnya dapat, proteinnya dapat dan lemaknya pun dapat sebagai penunjang energi. Jadi jangan sampai saudara tidak sarapan hanya karena males nyari warung makan, saudara bisa bikin sendiri di kosan dengan cara yang lebih gampang. Atau sarapan dengan sebuah pisang juga termasuk menu yang sehat, karena pisang mengandung energi instan yang baik untuk kesehatan dan aktivitas kita.

Jadi, sarapan itu memang harus memenuhi 3B, tetapi yang jauh lebih penting adalah yang penting sarapan itu. Syukur-syukur terpenuhi 3B, namun makan satu jenis menu saja tetapi bergizi itu pun sudah lebih dari cukup. Tinggal nanti pas makan siang dipenuh 3B-nya secara maksimal.

Demikian. Jika pembaca ada sesuatu yang ingin ditanyakan, silakan layangkan pertanyaan ke taufiqfirdausalghifariatmadja@gmail.com dengan subjek #KonsultasiGizi, insya Allah jika ada waktu luang akan saya sempatkan untuk menjawabnya melalui email atau blog ini. Kerahasiaan terjamin.

Terima kasih.

Rabu, 12 November 2014

Konsultasi Gizi: Jika Memang Ini Anemia, Kira-kira Apa yang Harus Saya Lakukan?

Seseorang menceritakan keluhan yang dialaminya kepada saya, katanya, "Akhir-akhir ini saya suka lemah, lesu dan seperti tidak semangat kalau beraktivitas. Wajah saya juga terlihat pucat. Kira-kira kenapa yah?" Secara singkat saya tanggapi begini: "jika melihat tanda dan gejalanya sepertinya saudara mengalami anemia. Karena jika kita lihat tanda dan gelaja anemia itu sendiri hampir sama dengan apa yang saudara alami sekarang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa saudara mengalami anemia. Namun harus diperiksa juga kadar hemoglobinnya untuk memastikan apakah saudara terkena anemia atau tidak."

Ternyata yang bersangkutan lantas bertanya kembali, "jika memang ini anemia, kira-kira apa yang harus saya lakukan?" Saya katakan, "Sebelumnya saudara harus mengetahui dulu anemia yang saudara alami sekarang termasuk ke dalam kategori anemia yang mana. Namun jika dilihat dari cerita saudara sepertinya mengalami anemia defisiensi zat besi. Anemia defisiensi zat besi adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnnya persediaan besi untuk eritrosit, karena cadangan besi kosong sehingga persediaan hemoglobin berkurang. Dan dampaknya seperti yang dialami saudara saat ini."

Katanya lagi bertanya, "Lalu apa yang dapat saya lakukan agar kembali normal?" Dan solusi yang saya tawarkan adalah sebagai berikut: "Banyak hal yang dapat saudara lakukan untuk menanggulangi anemia seperti melakukan konseling kepada dokter ataupun yang memang ahli. Kemudian meningkatkan konsumsi zat besi dari sumber hewani seperti daging ikan dan unggas. Kemudian konsumsi suplemen zat besi dan yang terakhir skrining anemia."

Jika pembaca ada pertanyaan terkait konsultasi gizi silakan layangkan pertanyaan melalui email: taufiqfirdausalghifariatmadja@gmail.com dengan subjek #KonsultasiGizi, insya Allah kalau ada waktu luang saya akan jawab sekemampuan saya jika tidak melalui blog ini akan saya jawab langsung melalui email, kerahasian klien terjamin.

Terima kasih

Konsultasi Gizi: Saya Ingin Bertanya Mengenai Status Gizi

Pada satu kesempatan saya mendapati klien saudari Mardiana Ma’ruf yang mengajukan pertanyaan sebagai berikut: "Saya ingin bertanya mengenai status gizi saya apakah sudah baik ataukah belum? Soalnya temen-temen bilang kalau badan saya terbilang kurus."

Dan berikut ini jawaban saya terkait pertanyaan tersebut:

Untuk mengetahui status gizi Mba. Ada cara yang paling mudah yaitu dengan menghitung IMT atau Indexs Massa Tubuh. Dimana IMT ini melihat perbandingan berat badan dengan tinggi badan. Sebelumnya kita ukur terlebih dahulu berat badan dan tinggi badannya. Setelah diukur diperoleh TB 155cm dan BB 47kg. Kemudian kita masukan ke dalam rumus IMT diperolehlah IMT sebesar 20 kg/m2. IMT sebesar 20 kg/m2 masuk ke dalam kategori normal. Dan menanggapi perkataan temen-temennya, Mba harus percaya diri saja dengan tubuh Mba. Meskipun dibilang kurus, yang pentingkan status gizinya normal jadi tidak usah khawatir.

Tampilan atau pandangan dari seseorang terhadap orang lain soal kurus atau gemuk bukanlah jaminan yang menentukan status gizi seseorang, harus melalui pengukuran, tidak jarang, orang yang memiliki berat yang sama, tetapi kalau salah satunya lebih tinggi biasanya dia akan terlihat kurus, tetapi tidak lantas status gizinya jadi tidak ideal atau normal. Karena tetap harus dimasukkan ke dalam rumus terlebih dahulu. Meskipun pandangan umum tersebut kadang tidak jauh berbeda. Dan ada faktor-faktor lainnya mengapa seseorang dapat dikatakan tidak normal status gizinya.

Jika pembaca ada pertanyaan terkait konsultasi gizi silakan layangkan pertanyaan melalui email: taufiqfirdausalghifariatmadja@gmail.com dengan subjek #KonsultasiGizi, insya Allah kalau ada waktu luang saya akan jawab sekemampuan saya jika tidak melalui blog ini akan saya jawab langsung melalui email, kerahasian klien terjamin.

Terima kasih.