Proud of

Proud of
Tampilkan postingan dengan label Protein. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Protein. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Desember 2014

Protein: Mengapa Tubuh Memerlukannya?

APA yang dilakukan protein dalam tubuh kita? Kurang lebih ada tiga jawaban atas pertanyaan tersebut:
  • Pertama, memastikan bahwa fungsi kekebalan tubuh berjalan dengan baik
  • Kedua, menjaga kesehatan kulit, rambut dan kuku
  • Ketiga, membantu tubuh kita memperoduksi enzim-enzim yang diperlukan untuk sistem metabolisme kita.
APA sajakah yang mengindikasikan bahwa kita memerlukan asupan tinggi protein? Jawaban atas pertanyaan tersebut kurang lebih ada enam sebagai berikut:
  • Pembentukkan otot
  • Mengendalikan berat badan
  • Saat lelah dan lemah
  • Saat terkena infeksi
  • Retensi cairan
  • Saat pertumbuhan dan perkembangan anak melambat
Keenam kondisi itu mengindikasikan kita bahwa kita membutuhkan protein yang tinggi. Lalu darimana kita memperoleh protein? Banyak bahan pangan yang mengandung protein, dan berikut ini beberapa yang dapat dijadikan pilihan dalam memenuhi asupan protein:
Ikan Tuna Tinggi Protein

  • Ikan Tuna
  • Ikan Cod
  • Daging ayam
  • Kacang kedelai
  • Ikan Salmon
  • Daging sapi
  • Udang
  • Domba
  • Kerang
  • Sarden
  • Tahu
  • Bayam
  • Asparagus
  • Bit hijau
  • Sawi
  • Tempe
  • dan lain-lain
Demikian, semoga bermanfaat.

sumber gambar: kuliah-ikan.blogspot.com

Kamis, 04 Desember 2014

Berapa Banyak Asupan Protein yang Saya Butuhkan?

PROTEIN sebagai komponen gizi pokok memang harus dipenuhi oleh kita tiap harinya. Berapa banyak? Untuk orang dewasa yang dalam kondisi kesehatannya normal tidak ada penyakit yang berarti diperkirakan jumlah protein yang dibutuhkan itu sekitar 40 sampai dengan 65 gram protein. Jika kemudian dalam makanan yang kita konsumsi kurang memenuhi jumlah protein yang dibutuhkan dalam sehari itu, maka tubuh akan memecah otot dan jaringan lainnya untuk memperoleh asam amino yang dibutuhkan. Pemasukan dan pencernaan protein yang tidak cukup akan berakibat pada gangguan perkembangan dan pertumbuhan otot, timbul lesi kulit, rambut jadi rapuh, dan yang parah sistem kekebalan tubuh bisa melemah. Serta aneka bahaya lainnya.

Kita tentu saja dapat memperoleh protein tidak hanya dari daging atau hewan, tetapi juga tumbuhan semisal kacang kedelai yang kemudian difermentasi menjadi tempe. Untuk diperhatikan agar proses pemasakan tidak terlalu matang juga tidak terlalu mentah. Dan saat pengunyahan diharapkan dikunyah sampai halus agar proses penyerapannya serta pemecahannya di perut dan lambung bisa lebih mudah lagi.

Tetapi jujur saja, sumber protein yang baik dan kaya jumlahnya dapat diperoleh dari ikan dan daging ataupun produk susu. Dari makanan-makanan tersebut yang kita konsumsi enzim protease yang kita hasilkan dalam tubuh akan memecah protein menjadi asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh. Kemudian tubuh akan menyalurkan asam amino itu utamanya ke jaringan otot. Penyerapan biasanya berlangsung di jejunum.

Untuk para ibu rumah tangga, sekadar informasi bahwa untuk daging atau beef seberat 100 gram protein yang dikandungnya sekitar 26,16 gram, artinya untuk memenuhi kebutuhan protein suami misalnya, dalam sehari cukup makan daging seberat minimal 200 gram.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan. Jika ada pertanyaan bisa melayangkan surel ke taufiqfirdausalghifariatmadja@gmail.com dengan subjek #konsultasigizi

Senin, 06 Oktober 2014

Pengabdian dalam Kepedulian: Telaah Kurban dari Aspek Gizi

Pada awalnya adalah peristiwa. Di mana seorang rasul-Nya, bernama Ibrahim alaihis salam, harus mengurbankan anak laki-laki yang disayanginya, yakni Ismail alaihis salam, dikarenakan kebulatan pengabdian keduanya, Allah yang Maha Pemurah, mengganti kurban tersebut dengan penyembelihan hewan. Cerita tersebut barangkali sudah tidak asing lagi bahkan sudah hapal di luar kepala, ya? Hehehe... Tetapi ada baiknya kita coba mengetahui maksud dari berkurban dari aspek gizi...

Sebagaimana dengan ibadah haji, ibadah kurban sangat dianjurkan ditunaikan bagi mereka yang memiliki kelebihan harta, tetapi dalam hal ini, jika diperhatikan, maka berkurban lebih banyak manfaatnya, maka itu sebaiknya cukup sekali beribadah haji, dan berkurbanlah setiap kali iduladha tiba bagi mereka yang berharta banyak. Karena, kurban termasuk solusi jitu untuk mengentaskan masalah gizi di Indonesia ini. Di mana, masyarakat Indonesia masih banyak yang kurang asupan protein, apalagi protein hewani seperti daging sapi, padahal pangan hewani tersebut memiliki kualitas protein lebih baik dibandingkan dari yang nabati semisal tempe, namun kita ketahui bahwa harga pangan hewani berupa daging-dagingan itu sangat mahal dibandingkan dengan bahan pangan lainnya, sehingga daya beli masyarakat masih rendah. Hal itu dikarenakan masih banyak warga miskin, dan tentu mereka berhak mendapat daging kurban, bukan?

Padahal kita tahu pula bahwa protein adalah zat gizi yang tidak bisa digantikan oleh zat gizi lainnya, artinya setiap manusia memang membutuhkan protein. Namun ketimpangan sering terjadi, ada beberapa kalangan yang berlebihan dalam konsumsi asupan protein. Sedangkan hampir semua kasus gizi pasti bermuara pada kekurangan protein. Jadi kurban memang sebuah pengabdian dalam bentuk kepedulian meningkatkan kualitas kesehatan umat, sehingga produktifitasnya pun akan meningkat. Malah terkadang, berbagi bahan makanan ataupun makanan jadi itu lebih makruf dibandingkan dengan uang. Itulah mengapa, zakat fitrah pun dianjurkannya dengan bahan pangan pokok, bukan uang. Nah, berkurban pun demikian.

Memang sih hukumnya sunah yang namanya kurban itu, tetapi ia adalah perbuatan yang sangat makruf. Bagi yang belum, tentu saja, pengabdian dalam kepedulian semacam kurban itu bisa juga dilakukan dengan skala yang lebih kecil, misalnya, jika memasak dan ada berlebih, bisa dibagikan kepada tetangga, khususnya mereka yang kekurangan. Bahkan rasul pernah mengajurkan kepada anggota keluarganya jika masak sayur, maka perbanyaklah kuahnya, agar bisa dibagi-bagi...

Jadi, dengan adanya kurban dengan pengelolaan yang jelas, seharusnya memang bisa meminimalisir tingkat masalah gizi. Dan itu memang butuh kesadaran. Alhamdulillah, untuk tahun ini, aku pun bisa berkurban sapi, dengan sistem patungan dengan tujuh orang lainnya, penyembelihan dilakukan di kampung halamanku, Garut. Semoga Allah menerima kurban kita sekalian, sekecil apapun, Insya Allah.

Bagi yang mau berkurban, ayo masih ada waktu. Pasti akan selalu Tuhan hargai setiap pengurbanan... Kalau beli iphone bisa, mengapa nggak bisa seekor kambing saja? Istilahnya... Mudah-mudahan tahun depan aku dan kita semua diberikan kemudahan oleh Allah untuk dapat berkurban lagi, Amin....

Ya Rabb kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Baqarah: 127)

Selasa, 26 Agustus 2014

10 Hal yang Harus Diperhatikan Terkait Makanan Berprotein

Whit protein foods, variety is key!

Makanan berprotein dapat dibagi menjadi dua sumber, pertama makanan berprotein hewani (seperti daging merah, daging putih, aneka ikan, dan telur) dan kedua makanan berprotein dari tumbuh-tumbuhan (seperti kacang polong, produk kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian). Baik perempuan maupun laki-laki, membutuhkan protein. Tentu saja, kadang kita makan cukup atau berlebih. Jika begitu, variasi makanan berprotein adalah kunci terpenuhinya kesehatan kita.

Berikut ini 10 hal yang harus diperhatikan terkait makanan berprotein:

  1. Konsumsilah makanan berprotein yang bervariasi dalam tiap minggunya. Jangan sampai dalam tiap minggunya hanya mengkonsumsi makanan berprotein dari grup hewani. Pastikan juga konsumsi protein dari grup nabati.
  2. Konsumsilah makanan laut atau seafood dua minggu sekali jika memang lebih menyenangi makan daging merah atau unggas. Dan pastikan memilih yang kandungan minyak ikan yang tinggi dan rendah merkuri. Contohnya ikan salmon.
  3. Bikin menu makanan dari daging atau unggas yang rendah lemak, kalau tidak bisa tanpa lemak. Caranya dengan memotong pipih daging dan menghilangkan lemaknya, dan pada unggas sebaiknya buang kulitnya.
  4. Pastikan kita menyediakan telur di lemari makanan! Konsumsi satu telur per orang per sehari itu baik bagi kita. Utamakan konsumsi puth telurnya. Bagi mereka yang punya masalah dengan kolesterol tinggi, sebaiknya hindari kuning telur.
  5. Konsumsilah makanan protein nabati lebih sering! Karena protein dari makanan nabati itu rendah lemak dan kaya serat.
  6. Sebagai pengganti daging atau unggas pada salad, sebaiknya gunakan protein dari biji-bijian atau kacang-kacangan. Contohnya karedok atau gado-gado kalau di Indonesia, itu makanan sehat!
  7. Cobalah untuk tidak selalu menggoreng unggas atau daging, sesekali rebus atau panggang, atau kukus. 
  8. Bagi mereka yang suka makan sandwich sebaiknya pilihlah yang pakai kalkun, daging sapi panggang, tuna, atau salmon. Dan tidak apa-apa juga kalau ada sandwich selai kacang!
  9. Pastikan mengkonsumsi protein hewani dengan porsi yang wajar atau kecil.
  10. Jika membeli produk makanan berprotein dalam kalengan, lihatlah tabel nutrisinya, pastikan kadar natriumnya tidak tinggi. Contoh kasus, untuk ikan asin kalau bisa saat dimasak direndam dulu dengan air hangat agar kadar garamnya turun. Tidak baik terlalu banyak konsumsi sodium.
Apa lagi? Tetaplah sehat dengan  variasi makanan berproteinnya, dan pastikan bahan pangan yang dibeli terjaga kesegaran dan kebersihannya. Jangan sampai setiap harinya hanya mengkonsumsi daging ayam, apalagi daging ayamnya dibeli dari produk makanan cepat saji. Jangan sampai deh!

[]