Proud of

Proud of

Senin, 04 Agustus 2014

Perkembangan Keluarga dan Tugas Kritis yang Harus Dihadapi

Keluarga adalah wahana yang utama dan pertama bagi anggota-anggotanya untuk mengembangkan potensi, mengembangkan aspek sosial dan ekonomi serta penyemaian cinta kasih antar anggota keluarga (Megawangi, 1999). Dalam hal ini, aspek kesehatan pun termasuk dalam tugas anggota keluarga utama untuk dikembangkan agar potensi mendasar yang melekat dalam diri para anggota dalam keluarga tersebut dapat dimaksimalkan, sehingga terbentuk keluarga yang SDM-nya berkualitas. Akan tetapi, menurut Duvall ada delapan tugas dalam fase-fase perkembangan suatu keluarga, hal ini kiranya menjadi bahan renungan bersama, khususnya bagi mereka yang hendak berkeluarga agar tidak begitu kaget saat harus hidup dalam bahtera rumah tangga kelak.

  1. Pasangan menikah: Dalam hal ini ada tiga tugas kritis dalam perkembangan keluarga; (1) Membangun kepuasaan pernikahan yang saling menguntungkan, (2) Penyesuaian terhadap potensi kehamilan dan harapan menjadi orang tua, (3) Beradaptasi dengan keluarga baru, istri terhadap keluarga besar suami begitupun sebaliknya.
  2. Keluarga dengan anak baru lahir: Dalam hal ini ada dua tugas kritis dalam perkembangan keluarga: (1) penyesuaian terhadap dan mendorong perkembangan bayi, (2) membangun kepuasaan terhadap rumah antar orang tua dan anak
  3. Keluarga dengan anak prasekolah: Dalam hal ini ada dua tugas kritis dalam perkembangan keluarga: (1) beradaptasi untuk kebutuhan kritis dan ketertarikan anak prasekolah dalam stimulasi dan pendukung pertumbuhan, (2) koping terhadap berkurangnya energi dan terhambatnya privasi sebagai orang tua.
  4. Keluarga dengan anak sekolah: Dalam hal ini ada dua tugas kritis dalam perkembangan keluarga: (1) mencocokkan diri ke dalam komunitas keluarga dengan anak sekolah dalam jalan yang membangun, (2) mendorong pencapaian pendidikan anak
  5. Keluarga dengan anak remaja: Dalam hal ini ada satu tugas kritis dalam perkembangan keluarga: (1) penyeimbangan kebebasan dengan tanggungjawab sebagai alamiahnya seorang remaja serta memerdekakan diri mereka.
  6. Keluarga: Dalam hal ini ada dua tugas kritis dalam perkembangan keluarga: (1) melepaskan dewasa awal ke arah dunia kerja, pelayanan militer, kuliah, pernikahan, dst sesuai dengan ritual dan pendampingan, (2) mempertahankan dukungan dasar yang berasal dari rumah
  7. Keluarga setengah baya: Dalam hal ini ada dua tugas kritis dalam perkembangan keluarga: (1) membangun kembali hubungan pernikahan antar suami dan istri, (2) mempertahankan ikatan hubungan dengan suara yang lebih tua dan lebih muda
  8. Keluarga tua: Dalam hal ini ada tiga tugas kritis dalam perkembangan keluarga: (1) mengatasi kehilangan dan tinggal seorang diri menjanda atau menduda, atau kehilangan anak lebih dahulu, (2) menutup fase keluarga atau beradaptasi dengan penuaan, (3) penyesuaian terhadap masa pensiun.
Itulah delapan fase dengan sekelumit tugas kritis yang harus dihadapi dan dibuat penyelesaiannya oleh pasangan suami istri. Tentu saja, hal itu tidak mudah, karena karakter dari suami dan istri dan keluarga baru juga kadang mempengaruhi. Untuk itu selalu utamakan diskusi dan dialog antar suami dan istri, agar tercapai keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah. Setidaknya, skema yang dibikin Duvall di atas bisa jadi kacabenggala biar bisa menghadapi realitas rumah tangga yang sebenarnya kelak. :)

1 komentar:

  1. Bagus btuh :D
    Jangan lupa kunbalnya ya :)

    http://blog-anggara.blogspot.com

    BalasHapus