Proud of

Proud of

Minggu, 13 Juli 2014

Menghabiskan Makanan Adalah Bentuk Rasa Syukur

STOP Menyisakan makanan! Khususnya di bulan Ramadan ini, kadang kita waktunya berbuka itu begitu kalap menyediakan makanan ini dan itu, padahal kadang setelah minum segelas air dan beberapa butir kurma misalnya, rasa lapar itu kadang hilang dengan sendirinya. Apalagi bagi mereka yang khusyu dalam puasanya *Jadi nggak hanya salat ya yang harus khusyu hehehe

Mari masak dan makan yakiniku! (Dok. Pribadi)
Mengapa sih makanan harus dihabiskan? Ya, kalau adanya sisa kan jadi sampah, dan tahu nggak sih, itu bisa jadi pemicu pemanasan global juga, jadi lebih baik dimakan saja. Tapi bagaimana misalnya  kalau makan di restoran yang kita belum tahu porsi masakannya? Ya tanya saja, kadang saya suka nanya, khususnya kalau saya makan di Sapho Oriental *Bener kagak ya tulisannya hahaha, itu pasti satu menu lauk-pauk bisa untuk 2 atau 3 orang, kalau nasi hainannya sih masing-masing satu mangkuk, karena ukurannya memang kecil. Jadi jangan malu tanya ukuran porsinya makanan yang kita pesan ya. Kalau terlalu besar... ya, bisa join dengan teman, kalau sendiri lebih baik pilih yang lain, kecuali memang kitanya benar-benar dapat menghabiskannya... Please jangan sampai disisakan.... Kalau kata temen gue sih, jangan sampai sebutir nasi tersisa lalu ia menangis karena kita, padahal di luar sana banyak yang sulit memperoleh makanan...

Dan ada baiknya juga, ada upaya kampanye positif di setiap restoran, mengikuti apa yang dilakukan salah satu restoran yang punya banyak cabang seperti di Jepang, Cina, Mongolia, Korea, dan di Indonesia, apalagi kalau bukan Hanamasa. Di meja setiap pelanggan, akan disediakan carikan kartu ucapan, yang bertuliskan: "Kami BERTERIMA KASIH  apabila makanan yang diambil dapat dihabiskan." Dan, "Ambil yang Anda mau, Habiskan yang Anda Ambil." Dua kalimat yang sangat bagus sekali, menghindarkan terjadinya food waste, yang memang nggak baik!


1 komentar:

  1. Bener juga sih, kalo membayangkan mereka yang susah dapat makanan, tapi kita kadang dengan entengnya menyisakan makanan seenak udel..hemm,pemikiran banget

    BalasHapus