Proud of

Proud of

Kamis, 26 Desember 2013

Secarik Cerita tentang Hari Ibuku

Aku memeluk Mamah, I love you, Mom :')
"I like it when my mother smiles. And I especially like it when I make her smile."
- Adriana Trigiani dalam Viola in Reel Life

Kata pertama adalah bahagia. Itulah yang kurasakan dari pertemuanku dengan Mamah pada tanggal 24 Desember, seperti dalam postinganku sebelummnya, pada tanggal itu memang aku berencana merayakan hari ibu, karena satu dan lain hal, Mamah-lah yang berkunjung ke tempatku sekarang tengah menuntut ilmu (baca: Bogor), dan Mamah datang (dari Garut) bersama salah satu kakak perempuanku yang masih single. (Bukan promo, ya?!) Foto disamping adalah foto di hari pertama bertemu. Aku mengajak Mamah dan kakakku untuk makan siang bersama di salah satu tempat makan yang ada di dalam pusat perbelanjaan Botani Square. Awalnya, Mamah waktu di Garut (ngobrol via telepon) katanya pengen nonton di Bioskop, sudah masuk bioskop Mamah menolak, kata Mamah, "Mamah mah sok liuer." Hehehe katanya Mamah suka pusing kalau nonton, jadinya kami langsung makan siang saja, sebenarnya sudah kelewat juga makan siangnya, soalnya Mamah sampai di Bogor lewat dari jam 12 siang. Tapi untungnya aku yang nunggu Mamah bukan sebaliknya. Hehehe

Aku tidak bisa menjabarkan apa yang dirasakan oleh Mamah saat bertemu denganku, tetapi dari sikapnya,
Kakak perempuanku, Mamahku, dan aku
Mamah sungguh Ibu. Dan hari itu, aku bahagia bisa membuatnya tersenyum, karena aku suka melihatnya tersenyum. Walaupun kalau di foto, Mamah itu suka nahan-nahan senyumnya. Hahaha

Well, di Botani Square, kami harus menunggu lama karena hujan turun deras di luar. Sampai akhirnya kita menyewa ojek payung saja, soalnya takut kemalaman di jalan, sedangkan Mamah itu kalau sudah lewat Isya juga sudah biasa tidur lebih cepat. Jadinya kami pun menerobos guyuran hujan. Dingin tiada terasa, karena ada di dekat Mamah. Hehehe

Setelah melalui perjalanan angkot (dua kali naik angkot, plus bonus macetos hahaha kata Mamah beda banget dengan di Garut, yaealah Maaaah) Aku, Mamah, dan Kakakku sampai di Wisma Galih, tempat kosanku. Di halaman depan aku memperkenalkan keluargaku sama si Aa, panggilan akrab sama petugas pengelola Wisma. Kita sempat bertegur sama dan ngobrol-gobrol ringan. Terus melanjutkan ke lantai dua, menuju kamar 2 sekian sekian. Hehehe

"Rapih pisan kamarna..." Kata Mamah dan Kakakku, hehehe, jelas saja, aku bilang semuanya sudah dipersiapkan karena Mamah mau bertandang ke kosan. Sehingga kamarnya jauh lebih rapih (dibandingkan biasanya? Hahaha)

Malam melarut, selesai kami semuanya bersih-bersih badan dan salat. Tidak lama Mamah dan Kakakku tidur, kebiasaan di Garut, pada tidur di bawah jam 10 malam. Aku belum bisa tidur. Sambil mengerjakan tugas, aku memerhatikan Mamah yang tengah tidur. Aku berharap Mamah mendapatkan mimpi yang indah. Dan semoga seharian itu membahagiakannya. (Amin!)

Subuh, seperti biasa, salat, kemudian sarapan. Dan beramah-tamah dengan penghuni kosan lainnya yang pada hari ini pada libur, besoknya memang tanggal merah, bertepatan dengan hari Natal. Agenda pada hari itu, selain siangnya mengantarkan Mamah ke terminal, karena harus pulang kembali ke Garut, tidak lupa Mamah kuajak berkunjung ke kampusku, ke tempat selama ini aku menimba ilmu. Aku seperti pemandu wisata, aku jelaskan sekemampuanku, dan sesekali Mamah dan Kakakku juga bertanya, penuh rasa ingin tahu. Hehehe, yang jelas keduanya merasa bangga aku dapat menumpuh pendidikan di sini. Begitu pun aku, walaupun dulu, aku sempat bercitta-cita ingin menjadi dokter, tetapi tak pernah ada istilah salah jurusan. Aku kini senang dunia ilmu gizi. :)

Mamah dan Aku di Gedung Departemen Gizi Masyarakat, IPB
Mamah dan aku, lagi lomba minum? Hehehe

Kakakku nggak mau kalah, lomba minum tapi sendirian. Hahaha
Selepas melihat-lihat kampus tempatku belajar, aku pun mengantarkan Mamah dan Kakakku ke terminal Baranangsiang untuk menuju Garut pakai Bus. Sedih? Ya, but we need this sometime! Aku mencium Mamah, aku berpamitan dan mohon doanya. Dan tak lupa dalam hatiku, yang terdalam, mendoakannya. Ya, semoga Mamah bahagia atas apa yang coba kuungkapkan kemarin itu. Tidak seberapa memang, tetapi Mamah tidak pernah mengeluh. Makasih, ya, Mah. Seperti kata Mitch Albom dalam For One More Day: I love you every day, Mom! Terima kasih juga untuk kakakku yang terkasih, yang cantik jelita sudah temani Mamah dan ajak ke sini, I love you, too. :)

4 komentar:

  1. Secarik cerita indah di momen perayaan hari ibu :)

    BalasHapus
  2. bahagiakan ibu sampai kapan pun, mas. dengan cara apapun yang mas bisa. terutama saat beliau mengharapkan kehadiran putera-puterinya.

    BalasHapus