Proud of

Proud of

Rabu, 17 Desember 2014

Misalnya Aku Hamil: Pesanku "Janganlah Seperti Ashanty"

Sekarang adalah kandungan masa depan, begitu kata Voltaire. Suatu kali, Bunda Salfa bertanya, "Kalau kamu ditakdirkan hamil, kira-kira mau melahirkan normal, gentle birth, water birth atau SC? Alasannya apa?"

Jujur saja itu pertanyaan yang sulit, sekalipun banyak selentingan bahwa bikin anak itu mudah. Omong kosong. Mungkin orang yang berkata seperti itu tidak tahu bahwa beberapa pasangan harus bersabar cukup lama agar memperoleh momongan. Lalu, seandainya aku ditakdirkan hamil? Melahirkan macam apa yang ingin kulakukan. Anggap saja postingan ini semacam surat untuk diriku yang lain, yang barangkali di suatu masa malah takdirnya itu memang mengalami yang namanya hamil. Maka pesan pertamku adalah JANGANLAH SEPERTI ASHANTY!

Ya, dan saya memang lebih cenderung memilih persalinan normal. Tetapi apapun model melahirkannya, yang kemudian dipilih oleh diriku itu, tidak akan pernah yang namanya dipublikasikan seperti proses melahirkan yang dilakukan oleh Ashanty. Aku akan menolak sekalipun suami yang menyuruh, karena cinta seharusnya saling menghargai kehormatan masing-masing. Tetapi, alasan mendasar mengapa aku cenderung memilih melahirkan normal sesuai zamannya, berarti kalau sekarang ya tetap didampingi oleh bidan, karena untuk gentle birth akan banyak pertimbangan apalagi jika kelahiran pertama. Sedangkan water birth tidak sedikit kabar soal risiko kurang baiknya bagi si bayi. Sedangkan SC, rasanya kalau bisa normal mengapa harus SC?

Hamil, melahirkan, dan punya anak. Memang suatu momen yang luar biasa. Seperti kata Voltaire, ada harapan di dalam tiap kehamilan yang sekarang, kita pasti mengharapkan anak yang lahir paripurna, dan selamat pula ke kitanya. Di sini, sudah seharusnya bumil alias ibu hamil memperhatikan gizi prahamil dan gizi hamil. Sebagaimana memperhatikan gizi pranikah pada masa sebelumnya. Massa kandungan adalah proses yang tidak kalah berat perjuangannya dengan proses melahirkan, karena ini terkait dengan penyediaan asupan terbaik bagi si buah hati. Rasanya aku akan menjadi ibu hamil yang cerdas, yang penasaran, sehingga mencari tahu khususnya ke bidan tentang perkembangan aspek kesehatan dan memastikan bahwa ayah si buah hati menjadi SIAGA. Dan tentunya, selain memperhatikan aspek gizi, harus pula memperhatikan aspek aktivitas fisik atau olahraga. Ini perlu juga.



Pada akhirnya, melahirkan dengan normal dan selamat adalah suatu idaman agar masa depan terasa lebih melapangkan. Tetapi, kadang semua sangat rahasia. Namun yang pasti, sekalipun memilih melahirkan normal, sepertinya aku tidak akan melakukan upaya melihat janin dalam kandungan, biar kejutan saja. Ya, begitu saja kira-kira apa yang akan kupilih. Tetapi pengandaian ini jelas memang terlalu mengada-ngada, setidaknya berarti nanti jika aku punya istri, dan aku menjadi suami yang akan menjadi bakal ayah, tidak akan seperti Anang!

Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Hamil dan Melahirkan ala Bunda Salfa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar