Proud of

Proud of
Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Desember 2014

Yogurt dan Diebetes Mellitus

Asupan yogurt dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2
- Mu Chen et al 2014

Yogurt merupakan produk fermentasi dari susu dengan menggunakan bakteri sebagai starternya. Menurut SNI 01-2981-1992 adalah produk yang diperoleh dari susu yang telah dipasteurisasi, kemudian difermentasi dengan bakteri sampai diperoleh keasaman, bau dan rasa yang khas dengan atau tanpa bahan tambahan lain yang diizinkan. 

Proses fermentasi yogurt mengubah laktosa pada susu menjadi asam laktat. Menurut Tamime dan Robinson 1989, produk susu fermentasi seperti yogurt -yang lainnya adalah dadih- memiliki efek khusus bagi kesehatan, seperti menjaga keseimbangan mikroflora dalam usus, mencegah kanker, dan menjaga metabolisme kolesterol.

Wah, berarti yogurt itu menyehat sekali, dan dapat sebagai pengganti dari es krim yang cenderung ada risikonya walaupun tetap dapat menyehatkan. Apalagi kalau makan yogurtnya ditambah dengan buah-buahan segar. Dijamin makin menyehatkan. Ya, walaupun rasanya yogurt memang tidak semanis es krim. Tapi ternyata, kebanyakan makanan manis itu berbahaya. Jadi mengapa harus menghindari yogurt!?

Belum lagi nih, menurut penelitian terbaru yang dipublikasikan di BMC Medicine, ada hasil yang menarik bahwa asupan yogurt dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Walaupun menurut Mu Chen kesimpulan dari penelitian tersebut masih dapat ditindak lanjuti, satu hal yang pasti, probiotik dalam yogurt sangat banyak manfaatnya bagi kita. Termasuk dalam hal upaya pencegahan terkenanya penyakit diabetes.

Memang apa sih probiotik itu? Menurut Fuller 1992, probiotik adalah bakteri hidup yang secara aktif meningkatkan kesehatan konsumen, dengan menyeimbangkan mikroflora dalam saluran pencernaan. Dan dalam hal ini, yogurt mengandung probiotik yang bermanfaat itu.

Well, selamat mencoba menikmati yogurt dengan kreasi masing-masing, bisa ditambahkan buah-buahan kesukaan, dan atau dengan roti. Bikin es nongnong gaya baru, bukan isi es krim tetapi isi yogurt roti tawarnya... :)

Senin, 10 Maret 2014

Lawan Bakteri Berbahaya dengan Delima

pic from thefruitcompany.com
Merahnya merah delima...
Sungguh sedap dipandang mata...

Eaaaaa malah nyanyi deh. Hehehe

Omong-omong soal buah delima, rasanya buah yang satu ini memang sudah ada sejak lama, dan telah diakui sebagai buah yang banyak memiliki khasiat, tidak diragukan delima menjadi salah satu jenis buah yang bersifat herbal. Bahkan dalam peradaban tertentu pada sejarah yang telah lampau, delima menjadi simbol kesehatan, umur panjang, dan juga kesuburan, sebagaimana diungkap Dr. Victor Marchione.
Delima... banyak mengandung senyawa fitokimia semisal flavonoids, polyphenols, dan antioxidants, sehingga sangat bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker. Antioksidan dari delima lebih tinggi jika dibandingkan dengan cranberries, green tea, red wine, dan blueberries. Dan akhir-akhir ini, peneliti tertarik dengan aneka zat dalam delima yang cenderung memiliki efek antivirus dan antibakteri. Hal ini jelas kabar baik, karena dengan begitu kita tidak perlu minum obat-obatan kimiawi buatan, dan lebih baik memilih konsumsi buah delima. Dan dua senyawa yang bermanfaat itu ellagic acid dan punicalagin, yang mampu membuat tubuh memiliki pertahanan dan bahkan melawan aneka bakteri berbahaya ataupun virus.

Jadi tidak perlu ragu lagi untuk membuat jus delima, atau membeli ekstrak delima. Dan kalau memungkinkan, nggak ada salahnya menanam pohon delima di halaman rumah. Hehehe

Informasi lebih lanjut, dapat merujuk ke: Pomegranate, http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/natural/392.html.